tetap sportif dan hargailah sesama pria
RESPECT YOUR FELLOW MEN!
Ini adalah sebuah konsep luar biasa yang sering kali dilupakan para pria.
Justru malah sebaliknya, para pria selama ini selalu berusaha menjatuhkan, menjelekkan, dan mengalahkan sesama pria lainnya hanya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan ataupun sekedar untuk membuktikan diri, pamer, dan mencari validasi dari orang lain (biasanya wanita).
That is wrong, brothers..
Menghargai dan menghormati orang lain adalah tanda bahwa Anda menghargai dan menghormati diri Anda sendiri.
Mengerti bahwa ia harus menghargai dirinya sendiri terlebih dahulu, maka rasa penghargaan atas diri sendiri tersebut akan meluap keluar yang membuatnya dapat menghargai orang lain, dan akibatnya orang lain pun akan kembali menghargai dirinya. Dan terlebih penting lagi bagi Anda untuk saling menghargai antara sesama pria.
Karena Anda tahu bahwa pria adalah mahluk ego. Pria butuh merasa dihargai dan dihormati. Apabila seorang pria merasa dihargai, maka ia akan membalasnya dan membantu Anda saat Anda membutuhkannya.
Ditengah- tengah budaya sosial yang mengagung-agungkan wanita serta mengecilkan peranan pria dewasa ini, justru kita sesama pria seharusnya saling menghargai satu sama lain.
Kalau wanita sudah tidak lagi menghargai pria, lalu kita sesama pria saja tidak saling menghargai juga, maka makin hancurlah sudah peranan pria dalam masyarakat! Memang, kita sebagai pria dilahirkan dengan sifat kompetitif yang luar biasa, itu sebabnya kita begitu antusias dengan pertandingan olahraga, contohnya: demam World Cup yang begitu heboh saat ini. Kita senantiasa berkompetisi baik ketika kita masih bersekolah, kuliah, dalam pekerjaan, dalam kehidupan sosial, maupun dalam romansa.
Kita menganggap pria lain sebagai penghalang bagi kita untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, untuk menjadi yang terhebat, terdepan, terbesar, terpintar, terbenar, dsb.. Tapi cara itu sudah kuno, sobat!
Anda sudah tidak lagi hidup di jaman batu, di mana Anda harus mengalahkan orang lain hanya untuk mendapatkan makanan dan tempat tinggal. Kita hidup di abad 21, di mana saling bersahabat, saling kerja sama, saling menjalin koneksi, dan saling membangun jaringan adalah kunci kesuksesan.
Anda bisa melihat fenomena ini dengan jelas dari maraknya bisnis afiliasi dan berbasis komunitas dewasa ini, boomingnya jejaring online seperti Facebook, Twitter, dan Blackberry. Cooperative, not competitive! Konsep yang sama juga sangat aplikatif dalam dinamika sosial dan romansa.
Coba bayangkan kisah-kisah yang saya ceritakan di atas namun dengan skenario yang berbeda, kali ini saya menjadikan pria lain sebagai saingan saya. Sebagai musuh, ataupun penghalang dan berusaha menjatuhkan mereka hanya untuk bisa berkenalan dan mendapatkan wanita yang saya minati.
Hasilnya tentu sudah bisa Anda bayangkan:
dimulai dengan perdebatan, lalu perseteruan, dan perkelahian, diakhiri dengan digiring keluar oleh satpam setempat.
Dalam skenario ini, bukan saja saya tidak akan mendapatkan yang saya inginkan, tapi juga saya mengalami kerugian yang seharusnya tidak saya alami. Kalaupun saya bisa mengalahkan pria lain tersebut dalam sebuah perkelahian, sudah jelas wanita yang saya minati tidak akan menjadi tertarik pada saya.
Karena wanita tidak tertarik sama sekali pada pria yang tukang pamer dan menjatuhkan pria lain hanya demi mendapatkan perhatiannya.
Itu hanya bentuk lain dari ngarep dan kurangnya percaya diri.
Bagaimana mungkin Anda bisa menjadi seorang pria berkualitas yang diinginkan wanita apabila dia melihat Anda menjelek- jelekkan, berusaha menjatuhkan, dan berkoar-koar bahwa Anda lebih hebat dari orang lain?
Apabila Anda pernah menonton film A Beautiful Mind, maka Anda akan mengerti maksud saya.
Di film itu Russel Crowe berperan sebagai seorang jenius matematika yang melihat romansa sebagai sebuah persamaan matematis. Apabila ada 5 pria dan 6 wanita dalam satu ruangan, maka sangat tidak logis apabila semua pria saling bersaing untuk mendapatkan 1 wanita yang tercantik. Karena hasilnya hanya ada 2 kemungkinan: si wanita akan menolak semua pria tersebut, atau hanya memilih 1 pria saja. Karena itu, akan jauh lebih menguntungkan apabila semua pria tidak usah mengejar wanita tercantik tersebut dan mendekati wanita yang lainnya saja. Kesempatan mereka menjadi lebih besar, sekaligus tidak perlu ada persaingan antara mereka.
Dan semua orang akan merasa senang tanpa ada yang dirugikan. Cooperative, not competitive.
Dan satu-satunya cara untuk memulai sebuah hubungan koperatif adalah dengan saling menghargai
Jadi mulai sekarang hargai dan hormati sesama pria yang Anda temui. Jangan pernah lagi menjelek-jelekkan atau menjatuhkan sesama pria, apalagi di depan wanita!
Selalu jabat tangan dengan erat setiap pria yang Anda temui dengan senyum lebar yang hangat. Apabila Anda bertemu dengan teman-teman pria dan wanita, jabat tangan pria terlebih dahulu sebelum Anda menjabat tangan wanita. Dalam situasi sosial yang baru, berkenalanlah dengan pria terlebih dahulu sebelum berkenalan dengan wanitanya. Apabila Anda merokok, tawarkan sebatang rokok dan nyalakan lighter untuknya. Beri pujian yang tulus tentang penampilannya, kecerdasannya, keahliannya mengerjakan sesuatu, atau apa saja. Bersahabatlah dengan pria playboy di kampus Anda, karena ia dapat mengenalkan Anda pada wanita-wanita kenalannya. Bersahabatlah dengan satpam di kantor Anda, karena ia akan membantu Anda saat Anda membutuhkannya. Bersahabatlah dengan pria tajir yang selama ini Anda pikir sombong, Anda tidak akan pernah tahu, mungkin ternyata ia adalah seorang yang murah hati.
Hargai dan bersahabatlah dengan semua pria!
RESPECT YOUR FELLOW MEN!
Lakukan hal ini dalam kehidupan Anda sehari-hari mulai sekarang, dan percaya pada saya, kehidupan sosial Anda akan meningkat dan begitu pula dengan keidupanromansa Anda.
Anda akan kaget begitu menyadari betapa banyak dari mereka yang dengan senang hati memperkenalkan wanita pada Anda, bahkan tanpa Anda minta sekalipun! Mereka dengan senang hati melakukan hal itu karena Anda telah menujukkan pada mereka bahwa Anda adalah pria yang berkualitas yang berbeda dari pria lain!
Tapi, bagaimana bila ternyata Anda telah menghargai seorang pria dan ternyata dia tidak menghargai Anda? Malahan menjelek-jelekkan dan menjatuhkan Anda di depan orang lain, dan parahnya, di depan wanita yang Anda suka?
Tidak apa-apa, sobat.. Setiap orang bisa melihat hal tersebut, dan wanita jelas bukanlah mahluk bodoh.
Mereka sangat mengerti bahwa Anda lah pria yang lebih berkualitas dari pria tersebut.
Nilai pria tersebut akan turun di mata wanita, karena ia tidak bisa menghargai orang lain. Ia akan terlihat sangat kekanakan dan menyebalkan.
Malahan justru itu bagus bagi Anda, karena perbedaan kualitas antara Anda dan dirinya menjadi semakin jelas kelihatan. Jadi jangan khawatir, hal yang terpenting adalah Anda telah mengerjakan apa yang yang baik bagi diri Anda. Apapun reaksi orang lain, itu bukanlah urusan Anda.
Men are respectable only as they respect. - Ralph Waldo Emerson
sahabatmu:
suly balkadaba